Guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola makan sehat untuk mencegah diabetes melitus, Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) menyelenggarakan kegiatan edukasi dan lomba pembuatan makanan selingan rendah kalori. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dan perwakilan perguruan tinggi di Kota Semarang sebagai bentuk kolaborasi edukatif antara rumah sakit dan masyarakat.

Lomba creative cooking bertajuk “Pembuatan Makanan Selingan Rendah Kalori” menjadi rangkaian pembuka peringatan Hari Gizi Nasional 2026 yang diselenggarakan RSND. Puncak kegiatan berlangsung pada 12 Mei 2026 di Diponegoro Medical Simulation Center (DMSC) RSND dengan menghadirkan para finalis terbaik untuk mempresentasikan hasil karya mereka di hadapan dewan juri.

Direktur Utama RS Nasional Diponegoro, dr. Agus Setiyo Hadipurwanto, M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan penyakit diabetes melitus.

“Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat untuk masyarakat, utamanya dalam upaya mencegah penyakit diabetes,” ujar dr. Agus Setiyo Hadipurwanto..

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara RSND dengan mahasiswa serta perguruan tinggi di Kota Semarang. Selain itu, RSND menyediakan layanan konsultasi gizi melalui dokter spesialis gizi klinik bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan terkait pola makan sehat dan pengelolaan berat badan.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, dr. Enny Probosari, M.Si.Med., Sp.GK, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi meningkatnya prevalensi obesitas dan diabetes melitus yang kini mulai banyak ditemukan pada usia muda. Menurutnya, pola konsumsi makanan sehari-hari menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut.

“Banyaknya makanan ringan yang beredar saat ini cenderung tinggi lemak dan gula. Oleh karena itu, kami ingin memberikan alternatif kepada masyarakat berupa pilihan makanan selingan dengan kandungan gula dan kalori yang lebih rendah,” jelas dr. Enny Probosari, M.Si.Med., Sp.GK.

Kegiatan ini diikuti oleh 41 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 finalis terpilih mengikuti tahap akhir lomba dan mempresentasikan kreasi makanan selingan sehat di hadapan dewan juri.

Adapun para pemenang lomba creative cooking “Pembuatan Makanan Selingan Rendah Kalori” sebagai berikut:

  • Juara 1: Sandriana Kartika Dewi & Marsha Alifia (AKS Ibu Kartini Semarang)
  • Juara 2: Nadliya Ichsani Fathiazzahra & Grace Victoria Sesfaot (Universitas Negeri Semarang)
  • Juara 3: Nicky Putri Prastiti & Shania Ammara Nisa (Universitas Diponegoro)

Kategori Harapan:

  • Harapan 1: Arda Gigih Pranata & Sherly Dolvinia (Universitas Stikubank)
  • Harapan 2: Trisa Nurfadillah Putri & Nazwa Safina Wirda (Universitas Muhammadiyah Semarang)
  • Harapan 3: Risya Dian Fadylla & Ayda Fauziyah Salsabila (Universitas Diponegoro)

Penghargaan like terbanyak diraih oleh Utari Fasya Oktaviani & Hanisa Salsabila Firdausiyyah Assyifa dari Universitas Negeri Semarang.

Selain mengikuti lomba, 20 finalis juga berkesempatan mengikuti talkshow bertema “Nyemil Sehat, Makan Tepat, Gula Terjaga Setiap Saat” yang disampaikan oleh Etisa Adi Murbawani. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya memilih makanan selingan sehat, menerapkan pola makan seimbang, serta menjaga kadar gula darah guna mencegah diabetes melitus sejak usia muda. Talkshow berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dua arah antara narasumber dan peserta, sehingga suasana diskusi menjadi lebih hidup dan mendorong peserta untuk aktif menggali informasi terkait pola hidup sehat dan pencegahan diabetes melitus.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memperoleh informasi sekaligus inspirasi dalam memilih dan membuat makanan selingan sehat sebagai bagian dari pola hidup sehat untuk mencegah penyakit tidak menular, khususnya diabetes melitus. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen RSND dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan melalui edukasi masyarakat secara berkelanjutan. —Humas RSND—

This will close in 0 seconds

YouTube