Semarang, 04 Desember 2025 – Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Universitas Diponegoro menggelar seminar dan pelatihan bertajuk “Deteksi Dini, Hidup Berkualitas: Optimalisasi Skrining Bayi Prematur di Layanan Primer” pada Kamis, 4 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati World Prematurity Day 2025 dan dihadiri oleh perwakilan Puskesmas serta Klinik di sekitar Kota Semarang.

Acara yang berlangsung di Diponegoro Medical Simulation Center (DMSC FK Undip)  ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam mendeteksi dan menangani kasus bayi prematur secara dini dan komprehensif.

Dalam sambutan pembukaan, dr. Agus Setiyo Hadipurwanto, M.Kes, Direktur Utama RSND, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen RSND sebagai rumah sakit pendidikan.

“Bayi prematur lebih berisiko mengalami komplikasi. Oleh karena itu, kontak pertama FKTP sangat krusial untuk penanganan sedini mungkin atau merujuk tepat waktu,” ujar dr. Agus. Beliau juga menekankan peningkatan kualitas RSND. “Saat ini, RSND memiliki 164 dokter dan dokter spesialis, di mana 50% di antaranya adalah dokter subspesialis. Tahun ini adalah tahun konsolidasi untuk SDM dan sarana prasarana demi melayani rujukan dari FKTP Kota Semarang secara optimal,” tambahnya.

Sementara itu, dr. Taufan Pramadika, Sp.An-TI yang mewakili Kepala Instalasi ICU-CCU-HCU-PICU-NICU, turut menyampaikan harapan agar optimalisasi skrining deteksi awal ini mampu menghasilkan perawatan yang lebih komprehensif di tingkat layanan primer.

Fokus Skrining Multidisiplin

Seminar interaktif ini menghadirkan empat narasumber ahli multidisiplin, fokus pada optimalisasi perawatan dan skrining komplikasi yang sering terjadi. Sesi pertama dibawakan oleh dr. Adhie Nur Radityo S, Sp.A(A), yang membahas Optimalisasi Perawatan Bayi Prematur berbasis keluarga di Faskes.

Dilanjutkan dengan sesi skrining organ penting, yaitu Problem Jantung pada Bayi Prematur  yang disampaikan oleh Dr. dr. Anindita Soetadji, Sp.A(K). Fokus berikutnya adalah ROP: Peran Kunci para Tenaga Kesehatan dalam Skrining Dini dan Rujukan Tepat Waktu menuju Nol Kebutaan pada Bayi Prematura oleh dr. Arnila Novitasari Saubig, Sp.M(K), dan ditutup dengan materi

Deteksi Dini Gangguan Pendengaran Sejak Lahir oleh dr. Dwi Marliyawati, Sp.THT-KL., M.Si.Med.

Seluruh peserta mengikuti acara dengan antusias dan berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab, menunjukkan komitmen layanan primer untuk memberikan hidup berkualitas bagi bayi prematur. (Humas RSND)

YouTube