Tangkal Kolesterol, Tangkal Penyakit Jantung

kolesterolPenyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Di Indonesia, kematian akibat penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian utama.

Walaupun terlepas dari ancaman kematian, penyakit jantung dapat berujung pada gagal jantung. Gagal jantung adalah keadaan di mana jantung sebagai pemompa darah ke seluruh tubuh tidak dapat lagi berfungsi secara normal.

Seseorang yang mengalami gagal jantung akan mudah merasa lelah, bahkan sesak napas sehingga aktivitas fisik akan sangat terpengaruh dan menurun.

Dapat dibayangkan berapa banyak kerugian fisik, psikis, dan materi yang akan Anda alami apabila Anda menderita penyakit jantung.

Rasa frustrasi dan bosan minum obat jantung merupakan keluhan yang tidak jarang dialami oleh pasien sakit jantung. Pasalnya, obat-obatan yang harus di konsumsi oleh penderita serangan jantung atau gagal jantung cukup terasa “menguras” kantong.

Pada sebagian orang, masalah kolesterol tinggi bisa saja merupakan hal yang paling sulit ditangkal dalam usaha pencegahan penyakit jantung, walaupun orang-orang tersebut mungkin tidak memiliki faktor risiko utama jantung, tidak merokok, tidak kencing manis, tidak darah tinggi, atau tidak punya keluarga dengan riwayat penyakit jantung.

Hal ini tidak jarang dan tidak terlalu mengherankan apabila kita melihat budaya di Indonesia beberapa tahun belakangan. Sensasi media sosial membuat godaan dari berbagai makanan lezat yang belum tentu sehat terpampang dengan penuh daya tarik di laman akun media sosial kita setiap hari.

Oleh karena itu, banyak dari kita yang tergoda untuk mengonsumsi makanan yang belum tentu sehat tersebut. Karenanya, nafsu makan pun harus ditekan dengan mementingkan untuk mengonsumsi makanan yang sehat. Bukan hanya serta-merta menghindari makanan yang enak di lidah, tetapi juga menghindari makanan yang berbahaya bagi tubuh, misalnya roti manis diganti dengan roti gandum, nasi putih diganti dengan nasi merah, minuman bersoda dan manis diganti dengan air bening, dan susu tanpa lemak. Selain itu, gorengan yang nikmat namun kaya kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL) juga harus dihindari.

Sedangkan sayuran dan buah-buahan sudah pasti harus dijadikan sebagai menu wajib setiap makan. Di samping itu, menu ikan sebaiknya menjadi lauk utama paling tidak dua atau tiga kali dalam seminggu.

Selain menghindari untuk mengonsumsi makanan yang enak namun belum tentu sehat, diperlukan “pengorbanan” lain untuk dapat hidup sehat dan terbebas dari penyakit jantung, misalnya “pengorbanan” waktu dan tenaga untuk berolahraga. Pasalnya, olahraga dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik atau High Density Lipoprotein (HDL) di dalam tubuh.

Jika menimbang dari beberapa hal di atas dan merujuk pada pepatah lama yang mengatakan bahwa “Lebih baik mencegah daripada mengobati” tentu hal ini merupakan sesuatu yang sangat dibenarkan.

Pasalnya, apabila seseorang sudah terlanjur menderita penyakit jantung, mau mengeluarkan biaya sebesar apapun, kondisi jantung sehat seperti semula tidak akan dapat dimiliki kembali.

Yuk, bersama kita tangkal kolesterol dari sekarang!
sumber:
dr. Vito A. Damay, Sp.JP, M.Kes, FIHA, FICA
Anggota Redaksi Medis
Spesialis Jantung dan Pembuluh darah
KlikDokter.com