Penanggulangan Komplikasi Diabetes Mellitus Pada Mata

dr-arief-wildan Semarang – Jumat, 23 Desember 2016  sebagai perwujudan kegiatan pengabdian masyarakat dan pendidikan bertempat di Laboratorium Sentral Rumah Sakit Nasional Diponegoro diselenggarakan seminar awam dengan tema “Komplikasi Diabetes Mellitus pada Mata”.

Dari survei RAAB ( suatu metode survey cepat dari WHO) di Jawa Tengah ,didapatkan hasil bahwa katarak merupakan penyebab kebutaan tertinggi dan diikuti kelainan penyakit pada bagian belakang bola mata seperti glaukoma dan retinopati diabetika sebagai penyebab kebutaan no 3 (tiga) di Jawa Tengah.

Atas dasar tersebut Panitia Penyelenggara melalui Ketua Panitia dr. Arief Wildan, Sp.M(K) menyampaikan topik kegiatan pengabdian masyarakat dan pendidikan ini dipilih mengingat banyak kasus Diabetes Mellitus  di masyarakat termasuk kasus komplikasi Diabetes Mellitus pada mata.

Kegiatan ini dibuka oleh dr.Djoko Handoyo B.,Sp.B.,Sp.Bonk sebagai Direktur Umum dan Operasional RSND dan Kepala KSM Mata RSND dr. Riski Prihatningtias, Sp.M tersebut mengupas mengenai Diabetes Mellitus yang dapat menyebabkan komplikasi pada beberapa bagian di mata seperti penyakit mata kering, katarak, glaukoma dan retinopati diabetika. Hal tersebut menjadi tuntutan bagi dokter untuk selalu memperbaharui pengetahuan ddr-djoko-handoyoengan cara mengetahui faktor risiko, gejala, tanda klinis dari masing masing penyakit mata tersebut. Penanganan awal yang dapat dilakukan sebagai dokter umum dan waktu yang tepat untuk merujuk ke dokter spesialis mata apabila diperlukan penanganan lebih lanjut.

Saat ini RS Nasional Diponegoro Semarang didukung oleh tenaga dokter spesialis mata yang berkompeten dan fasilitas alat diagnostik seperti slit lamp, autorefraktometer, USG mata, alat terapetik laser mata terbaru yang bisa digunakan pada kasus glaukoma dan retinopati diabetika. Untuk tindakan operasi sudah tersedia alat-alat canggih untuk melakukan operasi katarak tanpa jahitan, operasi vitrektomi  pada kasus retina, alat untuk melakukan tindakan bedah filtrasi (pembuatan saluran) pada kasus glaukoma, serta alat lain yang bisa digunakan pada kasus infeksi, tumor dan kasus spesifik pada anak-anak. Sehingga diharapkan pelayanan mata di RS Nasional Diponegoro Semarang dapat memberikan manfaat untuk masyarakat.